Judul Buku: Bunga Rampai PMK: Bergerak dengan Nurani
Penulis: Laskar PMK 1-3
Penerbit: Forum Sastra Surakarta
Cetakan: I, 2017
Peresensi: Ahmad Muhli Junaidi *
radarmadura.jawapos.com, 3/9/2017
Wahyaning wahyu tumelung, tulus tan kena tinegor (wirid hidayat jati, R.Ng. Ronggowarsito)
Showing posts with label Resensi. Show all posts
Showing posts with label Resensi. Show all posts
Saturday, August 28, 2021
Thursday, August 12, 2021
Jejak Islam di Amerika
Judul: Columbus Menemukan Jejak Islam
Penulis: Wisnu Arya Wardhana
Penerbit: Pustaka Pelajar, Yogyakarta
Cetakan: Pertama, Juni 2009
Tebal: xxviii + 276 halaman
Peresensi: Sukron Ma’mun
suaramerdeka.com
Penulis: Wisnu Arya Wardhana
Penerbit: Pustaka Pelajar, Yogyakarta
Cetakan: Pertama, Juni 2009
Tebal: xxviii + 276 halaman
Peresensi: Sukron Ma’mun
suaramerdeka.com
Menyigi Sisi Humanisme Sebuah Penaklukan
Judul buku : Hari-Hari Terakhir Bangsa Inca
Penulis : Kim Mac Quarrie
Penerbit : Elex Media Komputindo
Cetakan : 2010
Tebal : 583 halaman
Peresensi : Sekar Sari Indah Cahyani
lampungpost.com
Penulis : Kim Mac Quarrie
Penerbit : Elex Media Komputindo
Cetakan : 2010
Tebal : 583 halaman
Peresensi : Sekar Sari Indah Cahyani
lampungpost.com
Saturday, July 24, 2021
DUNIA GILA KEHIDUPAN GELANDANGAN
Maman S. Mahayana *
Joni Ariadinata, Kali Mati (Yogyakarta: Yayasan Bentang Budaya, 1999) vi + 164 hlm.
Dunia sastra adalah dunia yang seba mungkin. Dan keserbamungkinan ini lahir dari sebuah proses penjelajahan imajinasi. Mengingat penjelajahan imajinasi dapat mene-robos dimensi ruang dan waktu, maka dunia sastra boleh jadi bolak-balik antara masa lalu, kini, dan masa datang; atau ia juga dapat menclak-menclok dari ruang yang satu ke ruang yang lain.
Joni Ariadinata, Kali Mati (Yogyakarta: Yayasan Bentang Budaya, 1999) vi + 164 hlm.
Dunia sastra adalah dunia yang seba mungkin. Dan keserbamungkinan ini lahir dari sebuah proses penjelajahan imajinasi. Mengingat penjelajahan imajinasi dapat mene-robos dimensi ruang dan waktu, maka dunia sastra boleh jadi bolak-balik antara masa lalu, kini, dan masa datang; atau ia juga dapat menclak-menclok dari ruang yang satu ke ruang yang lain.
Thursday, July 1, 2021
SIHIR YOUJIN: MENULIS DENGAN HATI
Maman S. Mahayana *
Youjin, Air Ajaib yang Merana, Alihbahasa: Wilson Tjandinegara. Jakarta: Perhimpunan Penulis Yin-Hua (Tionghoa—Indonesia), 2007, xii + 231 halaman.
Ketika bahasa –bahkan apa pun—diperlakukan dengan sentuhan cinta, maka yang memancar dari pengejawantahannya, tidak lain adalah aroma cinta itu sendiri. Tanpa sadar, ia menyelusup, menggoda hati, dan kita akan selalu gagal menolak pesonanya.
Youjin, Air Ajaib yang Merana, Alihbahasa: Wilson Tjandinegara. Jakarta: Perhimpunan Penulis Yin-Hua (Tionghoa—Indonesia), 2007, xii + 231 halaman.
Ketika bahasa –bahkan apa pun—diperlakukan dengan sentuhan cinta, maka yang memancar dari pengejawantahannya, tidak lain adalah aroma cinta itu sendiri. Tanpa sadar, ia menyelusup, menggoda hati, dan kita akan selalu gagal menolak pesonanya.
Friday, April 30, 2021
KNUT HAMSUN, PERIHAL ISI PERUT DAN SEBUAH HARGA DIRI
Fatah Anshori *
Perihal isi perut barangkali tidak bisa dianggap sepele. Ia adalah kebutuhan vital dalam kehidupan. Seseorang bisa hidup dengan makan. Tanpa makan sudah tentu secara nalar orang akan mati. Memang secara fisiologis tubuh mampu bertahan hidup dalam jangka waktu tertentu tanpa makan dan minum. Jika jangka waktu itu habis muara selanjutnya tentu kematian.
Perihal isi perut barangkali tidak bisa dianggap sepele. Ia adalah kebutuhan vital dalam kehidupan. Seseorang bisa hidup dengan makan. Tanpa makan sudah tentu secara nalar orang akan mati. Memang secara fisiologis tubuh mampu bertahan hidup dalam jangka waktu tertentu tanpa makan dan minum. Jika jangka waktu itu habis muara selanjutnya tentu kematian.
Friday, March 5, 2021
Mozaik Kritik Sastra (Esai-esai Bandung Mawardi)
Judul Buku: Sastra Bergelimang Makna
Penulis: Bandung Mawardi
Penerbit: Jagat Abjad Solo
Cetakan: I, 2010
Tebal: 176 halaman
Peresensi: Munawir Aziz *
nusabuku.blogspot.co.id
Penulis: Bandung Mawardi
Penerbit: Jagat Abjad Solo
Cetakan: I, 2010
Tebal: 176 halaman
Peresensi: Munawir Aziz *
nusabuku.blogspot.co.id
Tuesday, February 23, 2021
PETA SASTRA TAMADUN MELAYU
Maman S. Mahayana *
Edi Sedyawati, dkk., Sastra Melayu Lintas Daerah, Jakarta: Pusat Bahasa, 2006, xii + 419 halaman.
“Tak kenal maka tak sayang.” Itulah yang terjadi pada dunia Melayu, khasnya yang menyangkut selok-belok ketamadunannya (peradaban). Dunia Melayu yang pernah dicitrakan para orientalis sebagai bangsa Timur -pribumi- yang serbaterbelakang, sesungguhnya menyimpan kekayaan tamadun yang agung. Sejak lama ketamadunannya itu wujud dan mendapat apresiasi yang tinggi dari bangsa-bangsa yang sudah lebih dulu menjadi salah satu pusat kebudayaan dunia.
Edi Sedyawati, dkk., Sastra Melayu Lintas Daerah, Jakarta: Pusat Bahasa, 2006, xii + 419 halaman.
“Tak kenal maka tak sayang.” Itulah yang terjadi pada dunia Melayu, khasnya yang menyangkut selok-belok ketamadunannya (peradaban). Dunia Melayu yang pernah dicitrakan para orientalis sebagai bangsa Timur -pribumi- yang serbaterbelakang, sesungguhnya menyimpan kekayaan tamadun yang agung. Sejak lama ketamadunannya itu wujud dan mendapat apresiasi yang tinggi dari bangsa-bangsa yang sudah lebih dulu menjadi salah satu pusat kebudayaan dunia.
Harta Karun Cerita Panji
Judul : Konservasi Budaya Panji
Penulis : Aminudin Kasdi, Dwi Cahyo, Lydia Kieven, Nasrul Ilahi, RM Yunani Prawiranegara dkk.
Penerbit : Dewan Kesenian Jawa Timur
Tebal : 16 halaman
Peresensi : Henry Nurcahyo
balipost.co.id
Penulis : Aminudin Kasdi, Dwi Cahyo, Lydia Kieven, Nasrul Ilahi, RM Yunani Prawiranegara dkk.
Penerbit : Dewan Kesenian Jawa Timur
Tebal : 16 halaman
Peresensi : Henry Nurcahyo
balipost.co.id
Sunday, February 7, 2021
Iwan Simatupang, Sartre Indonesia
Sigit Susanto
Judul: Esai-Esai Iwan Simatupang
Penulis: Iwan Simatupang
Cetakan: I (Oktober 2004)
Penerbit: Buku Kompas
Tebal: 366 hal
Judul: Esai-Esai Iwan Simatupang
Penulis: Iwan Simatupang
Cetakan: I (Oktober 2004)
Penerbit: Buku Kompas
Tebal: 366 hal
SEBUAH UPAYA REKONSILIASI TERHADAP BEBERAPA KETABUAN
Pakcik Ahmad
Judul Buku: Nafsu Terakhir – Salah Satu Seri Ringkasan Serat Centhini
Cetakan: I / Juni 2006
Penulis: Elizabeth D Inadiak
Penerjemah: Laddy Lesmana dan Elizabeth D Inandiak
Penerbit: Galangpress – Yogyakarta
Jumlah Halaman: 190 halaman
Judul Buku: Nafsu Terakhir – Salah Satu Seri Ringkasan Serat Centhini
Cetakan: I / Juni 2006
Penulis: Elizabeth D Inadiak
Penerjemah: Laddy Lesmana dan Elizabeth D Inandiak
Penerbit: Galangpress – Yogyakarta
Jumlah Halaman: 190 halaman
Membaca Jalang ! Maroeli Simbolon
Hernadi Tanzil
Judul : Jalang!
Penulis : Maroeli Simbolon
Editor : Anwar Holid
Penerbit : Jalasutra
Cetakan : I, Juni 2006
Tebal : xx + 209 hlm
Judul : Jalang!
Penulis : Maroeli Simbolon
Editor : Anwar Holid
Penerbit : Jalasutra
Cetakan : I, Juni 2006
Tebal : xx + 209 hlm
Thursday, January 28, 2021
Bahasa, Semesta Tanda
A.P. Edi Atmaja *
rimanews.com
Dalam nomenklatur strukturalisme, telah lama terpancang dalil bahwa ilmu bahasa (lingustik) hanyalah bagian dari ilmu tanda (semiologi) yang amat luas cakupannya. Dalil itu pertama kali dicetuskan oleh Ferdinand de Saussure dalam bukunya, Cours de Linguistique Generale, yang terbit pada 1916.
rimanews.com
Dalam nomenklatur strukturalisme, telah lama terpancang dalil bahwa ilmu bahasa (lingustik) hanyalah bagian dari ilmu tanda (semiologi) yang amat luas cakupannya. Dalil itu pertama kali dicetuskan oleh Ferdinand de Saussure dalam bukunya, Cours de Linguistique Generale, yang terbit pada 1916.
Friday, January 22, 2021
SAMBARAN API ENERGI KREATIF BAGUS PUTU PARTO
Djoko Saryono
Puisi-puisi Bagus Putu Parto yang dihimpun ini merupakan jilatan dan sambaran bara api energi kreatif Bagus Putu Parto, yang tak kunjung padam atau redup nyalanya kendati sudah merambat, menjilat, dan menyambar kemana-mana. Bara api energi kreatif itu pada mulanya membakar dunia teater hingga dunia teater bernyala (baca: perteateran Blitar). Kalender bersalin waktu, lantas jilatan api energi kreatif Bagus menyambar dunia fiksi hingga dunia fiksi pun terbakar (baca: polemik sastra pedalaman).Sunday, December 20, 2020
Antara Lokalitas dan Modernitas Dalam Puisi Latief S. Nugraha
Peresensi: Nurul Anam *
Membicarakan dunia kesusastraan Indonesia kita, tidak akan terlepas dari dua kutub persoalan, antara lokalitas dan modernitas. Mengapa demikian? Dinamika perkembangan kesusastraan Indonesia dapat ditandai dari pengaruh modernitas dan lokalitas. Jika kita mau runut perkembangannya mulai dari kenalnya budaya tulis, melukis, dan pementasan-pementasan kesenian dapat kita pahami sebagai dari pengaruh modernitas. Kemudian berlanjut atas penamaan-penamaan karya tulis, semisal novel, cerpen juga puisi adalah bukti paling jelas dari pengaruh modernitas atas perkembangan kesusastraan Indonesia.
Membicarakan dunia kesusastraan Indonesia kita, tidak akan terlepas dari dua kutub persoalan, antara lokalitas dan modernitas. Mengapa demikian? Dinamika perkembangan kesusastraan Indonesia dapat ditandai dari pengaruh modernitas dan lokalitas. Jika kita mau runut perkembangannya mulai dari kenalnya budaya tulis, melukis, dan pementasan-pementasan kesenian dapat kita pahami sebagai dari pengaruh modernitas. Kemudian berlanjut atas penamaan-penamaan karya tulis, semisal novel, cerpen juga puisi adalah bukti paling jelas dari pengaruh modernitas atas perkembangan kesusastraan Indonesia.
Saturday, December 12, 2020
Membaca Istriku Seribu, Polimonogami Monopoligami
Peresensi: Tri Umi
Sumartyarini
Judul buku: Istriku Seribu Polimonogami Monopoligami
Penulis: Emha Ainun Nadjib
Penerbit: Progress
Cetakan: Ketiga, April 2008
Jumlah halaman: 64 Halaman
Judul buku: Istriku Seribu Polimonogami Monopoligami
Penulis: Emha Ainun Nadjib
Penerbit: Progress
Cetakan: Ketiga, April 2008
Jumlah halaman: 64 Halaman
Monday, December 7, 2020
Monday, November 30, 2020
Membaca Kisah Muram di Restoran Cepat Saji
Peresensi: Sari Novita
“Maaf, saya tidak menyediakan cerita Happy Ending di buku terbaru saya ini,” begitu kata Bamby Cahyadi di Akun Twitter-nya.
Ya, memang benar apa yang dikatakan Bamby Cahyadi, penulis “Kisah Muram di Restoran Cepat Saji”. Buku Kumpulan cerpen ini diselesaikannya dalam waktu 2 tahun. Wow!
“Maaf, saya tidak menyediakan cerita Happy Ending di buku terbaru saya ini,” begitu kata Bamby Cahyadi di Akun Twitter-nya.
Ya, memang benar apa yang dikatakan Bamby Cahyadi, penulis “Kisah Muram di Restoran Cepat Saji”. Buku Kumpulan cerpen ini diselesaikannya dalam waktu 2 tahun. Wow!
Dunia Irasional Bamby Cahyadi
Peresensi: Teguh Afandi
Solo Pos, 16 Mar 2014
Imam Ghazali pernah menyampaikan dalam kesempatan ceramah, bahwa hal yang paling dekat dengan manusia bukanlah jakun atau urat nadi, tetapi kematian. Kematian dan segala dimensinya (arwah, hantu, dan hal-hal gaib lain) begitu dekat dan misterius. Semuanya pararel dengan kehidupan manusia, meski gaib dan irasional. Lalu bagaimana kalau hal-hal irasional itu seperti mendapatkan porsi lebih ringan dalam sebuah fiksi? Cerpen-cerpen Bamby Cahyadi dalam “Perempuan Lolipop” menawarkan cara tersendiri untuk menikmati bahkan menertawakan hal-hal gaib. Hingga yang beraroma seram, tampil manis dan lucu.
Solo Pos, 16 Mar 2014
Imam Ghazali pernah menyampaikan dalam kesempatan ceramah, bahwa hal yang paling dekat dengan manusia bukanlah jakun atau urat nadi, tetapi kematian. Kematian dan segala dimensinya (arwah, hantu, dan hal-hal gaib lain) begitu dekat dan misterius. Semuanya pararel dengan kehidupan manusia, meski gaib dan irasional. Lalu bagaimana kalau hal-hal irasional itu seperti mendapatkan porsi lebih ringan dalam sebuah fiksi? Cerpen-cerpen Bamby Cahyadi dalam “Perempuan Lolipop” menawarkan cara tersendiri untuk menikmati bahkan menertawakan hal-hal gaib. Hingga yang beraroma seram, tampil manis dan lucu.
Thursday, November 12, 2020
Rahim Sastra Ibu Pertiwi
Antologi Puisi Penyair Perempuan ASAS (Pustaka Pujangga,
2009)
Sabrank Suparno
Nurel Javissyarqi, sahabatku ini seperti menyorong sampan ke arahku yang berdiri di seberang tepian telaga, saat ia menyuruhku: “Sabrank, tolong kau resensi Antologi Puisi Sihir Terakhir yang ditulis Komunitas Perempuan ASAS.” Dan aku mengibaratkan 23 penyair wanita ini sebagai bentangan pulau-pulau Nusantara, yang tak akan pernah khatam kujelajahinya, sebab tiap pulau menyimpan wilayah rahasia kealaman. Lelaki hanyalah perantau yang tak pasti kakinya mampu berjejak pada jalanan setapak. Pulau Nusantara ini adalah gempilan tembok sorga yang jatuh berpuing-puing saat tersenggol Raja Malaikat ketika ia berdansa merayakan kemenangan kontes kilauan cahaya yang digelar Tuhan, jauh sebelum kehidupan ada.
Sabrank Suparno
Nurel Javissyarqi, sahabatku ini seperti menyorong sampan ke arahku yang berdiri di seberang tepian telaga, saat ia menyuruhku: “Sabrank, tolong kau resensi Antologi Puisi Sihir Terakhir yang ditulis Komunitas Perempuan ASAS.” Dan aku mengibaratkan 23 penyair wanita ini sebagai bentangan pulau-pulau Nusantara, yang tak akan pernah khatam kujelajahinya, sebab tiap pulau menyimpan wilayah rahasia kealaman. Lelaki hanyalah perantau yang tak pasti kakinya mampu berjejak pada jalanan setapak. Pulau Nusantara ini adalah gempilan tembok sorga yang jatuh berpuing-puing saat tersenggol Raja Malaikat ketika ia berdansa merayakan kemenangan kontes kilauan cahaya yang digelar Tuhan, jauh sebelum kehidupan ada.
Subscribe to:
Posts (Atom)
A Kholiq Arif
A. Anzieb
A. Muttaqin
A. Rodhi Murtadho
A. Syauqi Sumbawi
A.P. Edi Atmaja
A'yat Khalili
Abdul Hadi WM
Abdul Kadir Ibrahim
Abdul Kirno Tanda
Abdullah Harahap
Acep Zamzam Noor
Adi Toha
Adrian Balu
Afri Meldam
Afrizal Malna
Aguk Irawan MN
Agus B. Harianto
Agus Dermawan T.
Agus Hernawan
Agus R. Sarjono
Agus R. Subagyo
Agus Sri Danardana
Agus Sulton
Agus Sunyoto
Agusri Junaidi
Ahid Hidayat
Ahmad Baedowi
Ahmad Farid Yahya
Ahmad Fatoni
Ahmad Khadafi
Ahmad Muchlish Amrin
Ahmad Muhli Junaidi
Ahmad Syubbanuddin Alwy
Ahmad Tohari
Ahmadun Yosi Herfanda
Ajip Rosidi
Akhmad Sekhu
Alex R. Nainggolan
Ali Audah
Alunk Estohank
Amien Kamil
Amien Wangsitalaja
Amir Hamzah
Ana Mustamin
Anam Rahus
Andari Karina Anom
Andi Achdian
Andra Nur Oktaviani
Anindita S Thayf
Anton Kurnia
Anton Kurniawan
Apresiasi Sastra (APSAS)
Aprinus Salam
Arafat Nur
Arie MP Tamba
Arif Bagus Prasetyo
Arif Hidayat
Arman A.Z.
Aryadi Mellas
AS Laksana
Asarpin
Asep Sambodja
Asrul Sani
Astree Hawa
Awalludin GD Mualif
Aziz Abdul Ngashim
Badaruddin Amir
Balada
Bambang Darto
Bamby Cahyadi
Bandung Mawardi
Beni Setia
Benny Arnas
Berita
Berita Duka
Bernando J. Sujibto
Binhad Nurrohmat
Bobby Gunawan
Budi Darma
Bustan Basir Maras
Cak Sariban
Catatan
Cerbung
Cerpen
Chairil Anwar
Christine Hakim
Cinta Laura Kiehl
Daisy Priyanti
Damhuri Muhammad
Dandy Bayu Bramasta
Dani Sukma Agus Setiawan
Daniel Dhakidae
Dea Anugrah
Dedy Tri Riyadi
Deni Jazuli
Denny JA
Denny Mizhar
Dewi Rina Cahyani
Dharmadi
Dhenok Kristianti
Dian Wahyu Kusuma
Dick Hartoko
Djajus Pete
Djoko Pitono
Djoko Saryono
Donny Anggoro
Dwi Fitria
Dwi Klik Santosa
Dwi Pranoto
Eduard Tambunan
Edy Firmansyah
Eka Budianta
Eka Fendri Putra
Eka Kurniawan
Eko Faizin
Eko Nuryono
Emha Ainun Nadjib
Enda Menzies
Endang Susanti Rustamadji
Erwin Setia
Esai
Esha Tegar Putra
Evi Idawati
Evi Sukaesih
F. Rahardi
Fadhila Ramadhona
Fadly Rahman
Fahrudin Nasrulloh
Fairuzul Mumtaz
Faisal Fathur
Faisal Kamandobat
Fajar Alayubi
Farid Gaban
Fariz al-Nizar
Fatah Anshori
Fatah Yasin Noor
Fathurrozak
Faza Bina Al-Alim
Feby Indirani
Felix K. Nesi
Fian Firatmaja
Fina Sato
Fitri
Franz Kafka
Goenawan Mohamad
Gola Gong
Grathia Pitaloka
Gunawan Budi Susanto
Gunoto Saparie
Gus Martin
Hairus Salim
Hamdy Salad
Happy Salma
Hardi Hamzah
Hardjono WS
Hary B Kori’un
Hasan Aspahani
Hasif Amini
HB Jassin
Hendy Pratama
Henry Nurcahyo
Herman Syahara
Hernadi Tanzil
Heru Nugroho
Holy Adib
Hudan Hidayat
Hudan Nur
I Gusti Ngurah Made Agung
Iberamsyah Barbary
Ida Fitri
IDG Windhu Sancaya
Idrus
Ignas Kleden
Ilham
Imam Muhayat
Imam Nawawi
Imamuddin SA
Iman Budhi Santosa
Imelda Bachtiar
Imron Rosyid
Imron Tohari
Indonesia O’Galelano
Indra Tjahyadi
Indra Tranggono
Indria Pamuhapsari
Indrian Koto
Inung AS
Irwan Kelana
Isbedy Stiawan ZS
Iva Titin Shovia
Iwan Nurdaya-Djafar
Iwan Simatupang
Jabbar Abdullah
Jakob Oetama
Jakob Sumardjo
Jalaluddin Rakhmat
Jaleswari Pramodhawardani
James Joyce
Jansen H. Sinamo
Januardi Husin
Jauhari Zailani
JJ. Kusni
John H. McGlynn
Joko Budhiarto
Joko Pinurbo
Joni Ariadinata
Juan Kromen
Junaidi Khab
Kahfie Nazaruddin
Kamajaya Al. Katuuk
Khansa Arifah Adila
Kho Ping Hoo
Khoirul Abidin
Ki Supriyoko
Kiagus Wahyudi
Kitab Para Malaikat
Knut Hamsun
Koh Young Hun
Kritik Sastra
Kucing Oren
Kunni Masrohanti
Kurniawan
Kuswinarto
L.K. Ara
Laksmi Shitaresmi
Lan Fang
Landung Rusyanto Simatupang
Latief S. Nugraha
Leo Tolstoy
Lesbumi Yogyakarta
Levi Silalahi
Linda Sarmili
Lukisan
Lutfi Mardiansyah
M Shoim Anwar
M. Aan Mansyur
M. Abdullah Badri
M. Adnan Amal
M. Faizi
M.D. Atmaja
Mahamuda
Mahmud Jauhari Ali
Mahwi Air Tawar
Makmur Dimila
Malkan Junaidi
Maman S. Mahayana
Mardi Luhung
Marhalim Zaini
Marianne Katoppo
Mario F. Lawi
Maroeli Simbolon
Mashuri
Max Arifin
MB. Wijaksana
Melani Budianta
Mohammad Yamin
Muhammad Ainun Nadjib
Muhammad Muhibbuddin
Muhammad Subarkah
Muhammad Yasir
Mulyadi SA
Munawir Aziz
Mustamin Almandary
Mustiar AR
Musyafak Timur Banua
Myra Sidharta
Nara Ahirullah
Naskah Teater
Nawal el Saadawi
Niduparas Erlang
Nikita Mirzani
Nirwan Ahmad Arsuka
Nizar Qabbani
Nurel Javissyarqi
Nurul Anam
Nurur Rokhmah Bintari
Oka Rusmini
Onghokham
Otto Sukatno CR
Pakcik Ahmad
Pameran
Parakitri T. Simbolon
Pattimura
Pentigraf
Peter Handke
Petrik Matanasi
Pramoedya Ananta Toer
Prima Sulistya
Priyo Suwarno
Prosa
Puisi
Purwanto
Pustaka Ilalang
PUstaka puJAngga
Putu Fajar Arcana
Putu Wijaya
R Sutandya Yudha Khaidar
R. Ng. Ronggowarsito
R. Timur Budi Raja
Rachmad Djoko Pradopo
Radhar Panca Dahana
Raedu Basha
Rahmat Sutandya Yudhanto
Rakai Lukman
Rakhmat Giryadi
Rama Prabu
Rama Prambudhi Dikimara
Ramadhan KH
Rambuana
Ranang Aji SP
Ratih Kumala
Ratna Ajeng Tejomukti
Raudal Tanjung Banua
Raymond Samuel
Reko Alum
Remmy Novaris DM
Remy Sylado
Resensi
Rey Baliate
Ribut Wijoto
Riduan Situmorang
Rikard Diku
Riki Dhamparan Putra
Riri Satria
Rizki Alfi Syahril
Robert Adhi KS
Roland Barthes
Ronggowarsito
Rony Agustinus
Royyan Julian
Rozi Kembara
Rumah Kreatif Suku Seni Riau (RK – SSR)
Rusdy Nurdiansyah
Rusydi Zamzami
S. Arimba
S. Jai
Sabrank Suparno
Safar Nurhan
Sajak
Samsul Anam
Santi T.
Sapardi Djoko Damono
Sari Novita
Sarworo Sp
Sasti Gotama
Sastra Luar Pulau
Satmoko Budi Santoso
Saut Situmorang
Sejarah
Sekar Sari Indah Cahyani
Selendang Sulaiman
Seni Rupa
Seno Gumira Ajidarma
Seno Joko Suyono
Setiyardi
Sigit Susanto
Sihar Ramses Simatupang
Siti Sa’adah
Sitok Srengenge
Siwi Dwi Saputro
Sobih Adnan
Soegiharto
Sofyan RH. Zaid
Sonia
Sosiawan Leak
Sovian Lawendatu
Sri Wintala Achmad
Stephen Barber
Subagio Sastrowardoyo
Sugito Ha Es
Sukron Ma’mun
Sumargono SN
Sunaryono Basuki Ks
Sunlie Thomas Alexander
Sunu Wasono
Surya Lesmana
Suryadi
Suryanto Sastroatmodjo
Sutardji Calzoum Bachri
Sutejo
Syaifuddin Gani
T. Sandi Situmorang
Tatan Daniel
Taufik Ikram Jamil
Taufiq Ismail
Taufiq Wr. Hidayat
Teater Eska
Teguh Afandi
Teguh Ranusastra Asmara
Teguh Winarsho AS
Tengsoe Tjahjono
Theresia Purbandini
Toeti Heraty
Tri Umi Sumartyarini
Ulfatin Ch
Umbu Landu Paranggi
Usman Arrumy
Wahyu Dhyatmika
Wahyu Hidayat
Wawancara
Wayan Jengki Sunarta
Welly Kuswanto
Wicaksono Adi
Willem B Berybe
WS. Rendra
Y.B. Mangunwijaya
Yohanes Sehandi
Yudhistira ANM Massardi
Yukio Mishima
Yusi A. Pareanom
Zainal Arifin Thoha
Zehan Zareez
Zen Rachmat Sugito
Zeynita Gibbons
Zulfikar Akbar