Arafat Nur *
Media Indonesia, 16 Okt 2016SAMPAI sekarang orang belum melupakan bahwa di Lamkachoe pernah ada seorang pemberontak gondrong, masih lajang, dan suka meludah. Caranya meludah kerap membikin sakit hati. Setelah teman-temannya menyingkir jauh ke gunung akibat pukulan pasukan pemerintah, ia berhasil mengelabui tentara dengan mengaku sebagai petani biasa, tapi diam-diam mengambil kesempatan mengendalikan kekuasaan tak nyata sebagai pemimpin pejuang di kampungnya.