Showing posts with label Sastra Luar Pulau. Show all posts
Showing posts with label Sastra Luar Pulau. Show all posts

Saturday, August 28, 2021

Melindungi Nurani dari Tindakan Koruptif

Judul Buku: Bunga Rampai PMK: Bergerak dengan Nurani
Penulis: Laskar PMK 1-3
Penerbit: Forum Sastra Surakarta
Cetakan: I, 2017
Peresensi: Ahmad Muhli Junaidi *
radarmadura.jawapos.com, 3/9/2017

Aryadi Mellas, ”Nabi Sastra”-nya Annuqayah

Raedu Basha *
radarmadura.jawapos.com, 1/4/2019
 
Kalau Anda bertanya, siapakah salah seorang gembong sastra Indonesia di Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk, Sumenep, sehingga pesantren tersebut dikenal sebagai ”lumbung santri penyair”? Jawabannya adalah, tidak lepas dari seorang santri lelaki kelahiran Besuki, Jawa Timur, bernama Aryadi Mellas.
 
”Aryadi Mellas seumpama nabi bagi sastra dan kesenian di Pondok Pesantren Annuqayah sendiri,” jawab M. Faizi, seorang pengasuh muda Pondok Pesantren Annuqayah yang juga dikenal sebagai penyair, saat saya berkunjung ke rumahnya, 2 September 2015.

KESUNYIAN SANG PUJANGGA

Kepada almarhum Suryanto Sastroatmodjo
 
Nurel Javissyarqi
http://pustakapujangga.com/?p=662
 
Pujangga itu
mendiami lembah pekabutan kemanusiaan
gema suaranya memantul
ke dinding-dinding karang peradaban.
 
Ia tak kehabisan kehendak, tapi di sanalah ‘telempap’-nya
kala kita tak sanggup menjangkau kelembutan sukma.

Thursday, August 26, 2021

BERSIMPUH DI PUSARA KIAI RONGGOWARSITO NGUDARASA SASTRA JAWA KIWARI

Mashuri *
 
Amenangi jaman edan
Ewuh aya ing pambudi
Milu edan nora tahan
Yèn tan milu anglakoni
Boya kaduman melik
Kaliren wekasanipun
Ndilalah karsa Allah
Begja-begjane kang lali
Luwih begja kang eling lawan waspada

(Serat Kalatida, Pupuh Sinom, Bait ke-7)

Komentar Fatah Yasin Noor atas prosannya Taufiq Wr. Hidayat

Sastra Terdepan dan Sastra Terbelakang, mengenang Budi Darma
 
Karya sastra Budi Darma itu berat, sekaligus ringan. Keringanan sastra Budi Darma melebihi karya sastra pop. Tokoh perempuan Olenka, akhirnya, berada pada garis antara fakta dan fiksi. Dalam kenyataan, hampir semua pelukis punya mimpi jahat soal cita-cita.

Tuesday, August 24, 2021

Dapur Sastra Jakarta, Remmy Novaris DM, dan Enam Puluh

Pengantar kumpulan puisi “Sebutir Garam di Secangkir Air”
60 puisi karya penyair Dapur Sastra Jakarta

 
Riri Satria *
 
Ide penulisan buku kumpulan puisi ini sebenarnya adalah untuk memperingati ulang tahun ke-60 pendiri Dapur Sastra Jakarta, Bang Remmy Novaris DM, tanggal 5 November 2018. Tanggal ini juga diperingati sebagai ulang tahun Dapur Sastra Jakarta.

Pecundang

Remmy Novaris DM
sinarharapan.co.id
 
Isu PHK semakin ramai di pabrik dalam beberapa minggu terakhir ini. Isu itu tentu saja membuat semua karyawan yang bekerja di pabrik itu kehilangan semangat bekerja. Mereka hanya duduk-duduk ngobrol atau bermain kartu. Mereka seolah-olah tidak tahu lagi apa yang harus mereka lakukan.
 
Dan Tarno, salah seorang karyawan yang bekerja di bagian teknik, mengalami hal yang sama seperti karyawan lainnya. Tapi ia kemudian berpikir, bahwa ia tidak dapat terus menerus seperti itu, karena ia punya tanggung jawab keluarga. Ia tentu saja tidak ingin istri dan anak-anaknya terlantar.

Sunday, August 22, 2021

BIBIR YANG SELALU BASAH ITU

---mengenang Budi Darma---
 
Taufiq Wr. Hidayat *
 
Tatkala malam yang dalam, perempuan itu melihat wajahnya pada cermin di ruang tamu. Entah kenapa, dulu ia meletakkan cermin antik itu di ruang tamu. Tidak di kamar. Meja kayu. Kursi kayu. Dan asbak yang dipenuhi puntung rokok putih. Bunga plastik. Ia melihat wajahnya pada sehelai cermin antik yang dibeli seorang laki-laki di sebuah pasar bekas. Dulu. Ketika ia baru saja keluar dari sebuah hotel menuju pulang, bersama laki-laki setengah baya masuk pasar, lalu laki-laki setengah baya itu membelikannya cermin. Di cermin itu, ia memandang bibirnya yang seakan-akan selalu basah. Tanpa dipoles lipstik.

Friday, August 20, 2021

Ahmad Tohari Bangkit Bersama Sang Penari

Linda Sarmili
suarakarya-online.com
 
Budayawan Ahmad Tohari merasa hidup lagi. Bangkit kembali bersama film “Sang Penari”, film terbaik hasil Festival Film Indonesia 2011, film nasional yang pembuatannya didasari oleh novel trilogi Ronggeng Dukuh Paruk. Bersama dengan larisnya film tersebut ditonton masyarakat luas, novel trilogi Ronggeg Dukuh Paruk juga diserbu pembaca. Banyak pengunjung toko buku Gramedia dalam beberapa bulan terakhir ini mencari novel tersebut di rak-rak buku sastra, tetapi selalu cepat kehabisan.

Denny JA adalah Muncikari yang Harus Dibunuh!

Denny JA, Kejahatan Intelektual, Pembodohan Sejarah Sastra Indonesia, Perusak Peradaban!


Muhammad Yasir

Thursday, August 19, 2021

Polemik di Perkumpulan Penulis Satu Pena

Muhammad Subarkah

Penyair Sebagai Bendahara Sabda

Dick Hartoko
 
Kepada penyairlah sabda itu diserahkan untuk dipelihara. Sabda itu lebih padat daripada gagasan saja: sabda adalah gagasan yang telah mendarah dan mendaging. Karena jiwa dan badan itu terlebur menjadi satu keesaan, maka sabda adalah lebih daripada suatu hembusan napas yang hanya mengisyaratkan suatu gagasan.

Cara Felix K. Nesi Melahirkan Orang-Orang Oetimu

Dikirim dari E-Mail Yahoo ke Google

Indria Pamuhapsari *
Jawa Pos, 31 Okt 2019
 
Orang-Orang Oetimu lahir lewat kertas folio, lalu dipindah ke laptop pinjaman, dicetak, diedit ulang, kemudian diketik lagi. Karena tak ada uang, tumpukan dokumen awal novel pemenang sayembara Dewan Kesenian Jakarta itu sudah habis dikilokan.
***
 
SEMBARI duduk, Felix K. Nesi langsung mengangkat tangan kanan. Hampir setinggi dagu.

Monday, August 16, 2021

ILUSI DENNY JA MENYANGKUT “PUISI ESAI”

Remy Sylado
 
Tulisan Denny JA berjudul “Remi Sylado, Puisi Esai dan Kisah Kacang di Pesawat”, maunya mencela saya, tapi kasihan aktualnya hanya jatuh sebagai pameran kebebalan dari seorang berkelas pedagang blantek di pasar hewan yang berilusi dirinya seakan-akan intelektual sastra.

Sunday, August 15, 2021

NGALOR-NGIDUL TIPIS-TIPIS: BERMULA DARI PRIANGAN SI JELITA

Ramadhan KH, Priangan Si Jelita
 

Raudal Tanjung Banua

Teater Indonesia, Apa Masih Punya Masa Depan?!

Amien Kamil *
 
Teater Indonesia tak bisa diukur dengan metode standar kebanyakan ukuran yang umum dan normatif saja. Teater Indonesia bukan hanya urusan statistik ataupun logika matematika yang dangkal yang coba diterapkan sekedar untuk mengajukan anggaran pembinaan ataupun ajuan proyek atas nama kesenian.

Puisi-Puisi Mahwi Air Tawar

Dermaga Tiga
Sebelum Keberangkatan
 
tubuhmu mengarak anak ombak
meniti beburit, melempar tampar jangkar hingga ceruk
terdalam tempat kau aku ceburkan resah yang membiak
A Kholiq Arif A. Anzieb A. Muttaqin A. Rodhi Murtadho A. Syauqi Sumbawi A.P. Edi Atmaja A'yat Khalili Abdul Hadi WM Abdul Kadir Ibrahim Abdul Kirno Tanda Abdullah Harahap Acep Zamzam Noor Adi Toha Adrian Balu Afri Meldam Afrizal Malna Aguk Irawan MN Agus B. Harianto Agus Dermawan T. Agus Hernawan Agus R. Sarjono Agus R. Subagyo Agus Sri Danardana Agus Sulton Agus Sunyoto Agusri Junaidi Ahid Hidayat Ahmad Baedowi Ahmad Farid Yahya Ahmad Fatoni Ahmad Khadafi Ahmad Muchlish Amrin Ahmad Muhli Junaidi Ahmad Syubbanuddin Alwy Ahmad Tohari Ahmadun Yosi Herfanda Ajip Rosidi Akhmad Sekhu Alex R. Nainggolan Ali Audah Alunk Estohank Amien Kamil Amien Wangsitalaja Amir Hamzah Ana Mustamin Anam Rahus Andari Karina Anom Andi Achdian Andra Nur Oktaviani Anindita S Thayf Anton Kurnia Anton Kurniawan Apresiasi Sastra (APSAS) Aprinus Salam Arafat Nur Arie MP Tamba Arif Bagus Prasetyo Arif Hidayat Arman A.Z. Aryadi Mellas AS Laksana Asarpin Asep Sambodja Asrul Sani Astree Hawa Awalludin GD Mualif Aziz Abdul Ngashim Badaruddin Amir Balada Bambang Darto Bamby Cahyadi Bandung Mawardi Beni Setia Benny Arnas Berita Berita Duka Bernando J. Sujibto Binhad Nurrohmat Bobby Gunawan Budi Darma Bustan Basir Maras Cak Sariban Catatan Cerbung Cerpen Chairil Anwar Christine Hakim Cinta Laura Kiehl Daisy Priyanti Damhuri Muhammad Dandy Bayu Bramasta Dani Sukma Agus Setiawan Daniel Dhakidae Dea Anugrah Dedy Tri Riyadi Deni Jazuli Denny JA Denny Mizhar Dewi Rina Cahyani Dharmadi Dhenok Kristianti Dian Wahyu Kusuma Dick Hartoko Djajus Pete Djoko Pitono Djoko Saryono Donny Anggoro Dwi Fitria Dwi Klik Santosa Dwi Pranoto Eduard Tambunan Edy Firmansyah Eka Budianta Eka Fendri Putra Eka Kurniawan Eko Faizin Eko Nuryono Emha Ainun Nadjib Enda Menzies Endang Susanti Rustamadji Erwin Setia Esai Esha Tegar Putra Evi Idawati Evi Sukaesih F. Rahardi Fadhila Ramadhona Fadly Rahman Fahrudin Nasrulloh Fairuzul Mumtaz Faisal Fathur Faisal Kamandobat Fajar Alayubi Farid Gaban Fariz al-Nizar Fatah Anshori Fatah Yasin Noor Fathurrozak Faza Bina Al-Alim Feby Indirani Felix K. Nesi Fian Firatmaja Fina Sato Fitri Franz Kafka Goenawan Mohamad Gola Gong Grathia Pitaloka Gunawan Budi Susanto Gunoto Saparie Gus Martin Hairus Salim Hamdy Salad Happy Salma Hardi Hamzah Hardjono WS Hary B Kori’un Hasan Aspahani Hasif Amini HB Jassin Hendy Pratama Henry Nurcahyo Herman Syahara Hernadi Tanzil Heru Nugroho Holy Adib Hudan Hidayat Hudan Nur I Gusti Ngurah Made Agung Iberamsyah Barbary Ida Fitri IDG Windhu Sancaya Idrus Ignas Kleden Ilham Imam Muhayat Imam Nawawi Imamuddin SA Iman Budhi Santosa Imelda Bachtiar Imron Rosyid Imron Tohari Indonesia O’Galelano Indra Tjahyadi Indra Tranggono Indria Pamuhapsari Indrian Koto Inung AS Irwan Kelana Isbedy Stiawan ZS Iva Titin Shovia Iwan Nurdaya-Djafar Iwan Simatupang Jabbar Abdullah Jakob Oetama Jakob Sumardjo Jalaluddin Rakhmat Jaleswari Pramodhawardani James Joyce Jansen H. Sinamo Januardi Husin Jauhari Zailani JJ. Kusni John H. McGlynn Joko Budhiarto Joko Pinurbo Joni Ariadinata Juan Kromen Junaidi Khab Kahfie Nazaruddin Kamajaya Al. Katuuk Khansa Arifah Adila Kho Ping Hoo Khoirul Abidin Ki Supriyoko Kiagus Wahyudi Kitab Para Malaikat Knut Hamsun Koh Young Hun Kritik Sastra Kucing Oren Kunni Masrohanti Kurniawan Kuswinarto L.K. Ara Laksmi Shitaresmi Lan Fang Landung Rusyanto Simatupang Latief S. Nugraha Leo Tolstoy Lesbumi Yogyakarta Levi Silalahi Linda Sarmili Lukisan Lutfi Mardiansyah M Shoim Anwar M. Aan Mansyur M. Abdullah Badri M. Adnan Amal M. Faizi M.D. Atmaja Mahamuda Mahmud Jauhari Ali Mahwi Air Tawar Makmur Dimila Malkan Junaidi Maman S. Mahayana Mardi Luhung Marhalim Zaini Marianne Katoppo Mario F. Lawi Maroeli Simbolon Mashuri Max Arifin MB. Wijaksana Melani Budianta Mohammad Yamin Muhammad Ainun Nadjib Muhammad Muhibbuddin Muhammad Subarkah Muhammad Yasir Mulyadi SA Munawir Aziz Mustamin Almandary Mustiar AR Musyafak Timur Banua Myra Sidharta Nara Ahirullah Naskah Teater Nawal el Saadawi Niduparas Erlang Nikita Mirzani Nirwan Ahmad Arsuka Nizar Qabbani Nurel Javissyarqi Nurul Anam Nurur Rokhmah Bintari Oka Rusmini Onghokham Otto Sukatno CR Pakcik Ahmad Pameran Parakitri T. Simbolon Pattimura Pentigraf Peter Handke Petrik Matanasi Pramoedya Ananta Toer Prima Sulistya Priyo Suwarno Prosa Puisi Purwanto Pustaka Ilalang PUstaka puJAngga Putu Fajar Arcana Putu Wijaya R Sutandya Yudha Khaidar R. Ng. Ronggowarsito R. Timur Budi Raja Rachmad Djoko Pradopo Radhar Panca Dahana Raedu Basha Rahmat Sutandya Yudhanto Rakai Lukman Rakhmat Giryadi Rama Prabu Rama Prambudhi Dikimara Ramadhan KH Rambuana Ranang Aji SP Ratih Kumala Ratna Ajeng Tejomukti Raudal Tanjung Banua Raymond Samuel Reko Alum Remmy Novaris DM Remy Sylado Resensi Rey Baliate Ribut Wijoto Riduan Situmorang Rikard Diku Riki Dhamparan Putra Riri Satria Rizki Alfi Syahril Robert Adhi KS Roland Barthes Ronggowarsito Rony Agustinus Royyan Julian Rozi Kembara Rumah Kreatif Suku Seni Riau (RK – SSR) Rusdy Nurdiansyah Rusydi Zamzami S. Arimba S. Jai Sabrank Suparno Safar Nurhan Sajak Samsul Anam Santi T. Sapardi Djoko Damono Sari Novita Sarworo Sp Sasti Gotama Sastra Luar Pulau Satmoko Budi Santoso Saut Situmorang Sejarah Sekar Sari Indah Cahyani Selendang Sulaiman Seni Rupa Seno Gumira Ajidarma Seno Joko Suyono Setiyardi Sigit Susanto Sihar Ramses Simatupang Siti Sa’adah Sitok Srengenge Siwi Dwi Saputro Sobih Adnan Soegiharto Sofyan RH. Zaid Sonia Sosiawan Leak Sovian Lawendatu Sri Wintala Achmad Stephen Barber Subagio Sastrowardoyo Sugito Ha Es Sukron Ma’mun Sumargono SN Sunaryono Basuki Ks Sunlie Thomas Alexander Sunu Wasono Surya Lesmana Suryadi Suryanto Sastroatmodjo Sutardji Calzoum Bachri Sutejo Syaifuddin Gani T. Sandi Situmorang Tatan Daniel Taufik Ikram Jamil Taufiq Ismail Taufiq Wr. Hidayat Teater Eska Teguh Afandi Teguh Ranusastra Asmara Teguh Winarsho AS Tengsoe Tjahjono Theresia Purbandini Toeti Heraty Tri Umi Sumartyarini Ulfatin Ch Umbu Landu Paranggi Usman Arrumy Wahyu Dhyatmika Wahyu Hidayat Wawancara Wayan Jengki Sunarta Welly Kuswanto Wicaksono Adi Willem B Berybe WS. Rendra Y.B. Mangunwijaya Yohanes Sehandi Yudhistira ANM Massardi Yukio Mishima Yusi A. Pareanom Zainal Arifin Thoha Zehan Zareez Zen Rachmat Sugito Zeynita Gibbons Zulfikar Akbar